Broken Strings: saat Senar Hidup tak Lagi Sempurna, tapi Tetap Bersuara

Ada luka yang tak berdarah, tapi sakitnya lebih awet daripada bekas sayatan di kulit. Luka itu sembunyi di ingatan, tumbuh lewat rasa takut yang terpendam, dan sering kali tertutup oleh diam yang orang lain kira sebagai ketegaran. Lewat memoarĀ Broken Strings (2025), Aurelie Moeremans mencoba bicara. Bukan dengan teriakan, tapi dengan suara yang lirih, jujur, dan…

Baca Lengkapnya