Kisah Aurélie Moeremans, Broken Strings, dan Relasi yang Salah Arah

Menjelang akhir 2025, nama Aurélie Moeremans ramai publik bicarakan setelah ia merilis buku Broken Strings (2025). Bukan karena gosip murahan atau sensasi kosong, melainkan karena keberaniannya membuka luka lama yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Buku itu bukan sekadar memoar selebritas, tapi catatan pahit tentang bagaimana relasi yang kita kira cinta justru menjelma menjadi rangkaian kekerasan…

Baca Lengkapnya

Broken Strings, Child Grooming, dan UU Perkawinan

Viralnya buku Broken Strings (2025) karya Aurelie Moeremans membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang relasi timpang kuasa dalam hubungan personal. Salah satu hal yang paling mengusik nurani publik adalah praktik child grooming yang oleh tokoh Bobby lakukan kepada Aurelie. Tergambarkan sebagai relasi manipulatif, penuh kontrol, dan bertopeng kasih sayang. Fenomena ini sejatinya bukan hal baru. Ia telah lama…

Baca Lengkapnya

Broken Strings: saat Senar Hidup tak Lagi Sempurna, tapi Tetap Bersuara

Ada luka yang tak berdarah, tapi sakitnya lebih awet daripada bekas sayatan di kulit. Luka itu sembunyi di ingatan, tumbuh lewat rasa takut yang terpendam, dan sering kali tertutup oleh diam yang orang lain kira sebagai ketegaran. Lewat memoar Broken Strings (2025), Aurelie Moeremans mencoba bicara. Bukan dengan teriakan, tapi dengan suara yang lirih, jujur, dan…

Baca Lengkapnya